Profil Kami

Powered By Blogger

Minggu, 29 Juni 2014

Membuat Buku Sederhana Menggunakan Ms.Excell

Buku Kas sudah tidak asing lagi bagi yang bergelut dalam hal administrasi keuangan. Buku kas merupakan informasi penting yang mutlak harus terselenggara untuk setiap pengelolaan administrasi keuangan, dari yang sekedar hanya ingin mengetahui saldo sampai kepada pengolahan data lebih lanjut untuk kepentingan pengolahan laporan keuangan atau akuntansi. Bagi yang hanya sekedar mengetahui saldo, buku kas merupakan informasi terakhir baginya. Sedangkan bagi yang berkepentingan untuk laporan keuangan atau akuntansi, buku kas merupakan data yang perlu diolah lagi menjadi informasi yang lengkap.
Di sini kita hanya membicarakan bagaimana membuat Buku Kas sederhana & aplikatif melalui Microsoft Excel, yang mana dengan buku kas tersebut sudah dapat memberikan informasi yang memadai untuk membuat sebuah keputusan. Sedangkan pembahasan Buku Kas untuk pengolahan laporan keuangan atau akuntansi bisa dilihat dalam ebook Membuat Program Aplikasi Akuntansi dengan Microsoft Excel, dimana buku kas hanya bagian kecil dari laporan keuangan.

Pembahasan ini perlu saya tampilkan dalam rangka untuk membantu dan mempermudah para administrator sederhana yang tidak mengerti pembukuan atau akuntansi, dan hanya mengerti debet, kredit dan saldo buku kas saja. Nah alangkah baiknya saya tingkatkan kemampuannya dengan olah data buku kas yang informatif sehingga dapat memberikan informasi yang lebih.

Langsung saja kita mulai, buat terlebih dulu format buku kas seperti gambar di bawah (tampilan lebih jelas klik gambar).


Buatlah format Buku Kas di Excel persis seperti gambar Buku Kas di atas, baris-baris, kolom-kolom dan keterangan-keterangannya. Kita akan membuat rumus-rumus pada sel-sel kotak yang berwarna gelap.

Rumus pada kolom Saldo adalah rumus saldo berjalan, sehingga tatkala kita memasukkan nilai pada kolom Debet atau Kredit maka nilai pada kolom Saldo akan menghitung secara otomatis, yakni nilai saldo berjalan. Untuk rumus kolom saldo kita akan menggunakan kombinasi formula IF, OR dan Penjumlahan.

Sedangkan rumus pada baris Jumlah (di bagian bawah) adalah rumus penjumlahan kolom Debet dan Kredt. Rumus penjumlahan ini bukan rumus penjumlahan biasa (SUM), tapi rumus penjumlahan yang dinamis, yang mana rumus ini akan terkait dengan sebuah filter data, sehingga ketika kita memfilter data berdasarkan kode tertentu, maka rumus penjumlahan ini akan menghitung nilai data sesuai dengan filter yang ditampilkan. Untuk rumus baris jumlah ini kita akan menggunakan formula SUBTOTAL.

Membuat Rumus Saldo Berjalan :

1. Letakkan kursor tepat pada Sel G3


2. Ketikkan rumus pada sel tersebut dengan rumus berikut :

=IF(OR(E3<>0;F3<>0);SUM(E$3:E3)-SUM(F$3:F3);0)

Catatan : tanda pemisah rumus bisa koma ( , ) atau titik koma ( ; ) tergantung setting di komputer.

3. Kemudian copy rumus di Sel G3 ke sel-sel di bawahnya hingga hasilnya seperti gambar berikut.


Membuat Rumus Jumlah Dinamis :

1. Letakkan kursor tepat pada Sel E19


2. Ketikkan rumus pada sel tersebut dengan rumus berikut :

=SUBTOTAL(9;E3:E18)

3. Kemudian copy rumus di Sel E19 ke sel di sampingga hingga hasilnya seperti gambar berikut.


4. Buatlah Filter pada Buku Kas dengan terlebih dulu memblok dari sel A2 sampai G18, kemudian klik menu Data > Filter seperti gambar berikut.


5. Nah sekarang silahkan coba filter kode tertentu pada kolom “Kode” lihat hasilnya pada nilai jumlah Debet dan Kredit akan menyesuaikan sesuai nilai yang difilter.



Dan seterusnya……

KESIMPULAN :
Dari Buku Kas tersebut kita dapat melihat 2 informasi penting, nilai saldo berjalan dan rekap transaksi berdasarkan kode tertentu. Nilai rekap transaksi berdasarkan kode tertentu mengingatkan kita pada Buku Besar dalam akuntansi, jadi fungsinya sama seperti Buku Besar yang memuat rincian transaksi berdasarkan kode rekening (akun) tertentu dalam transasksi akuntansi.

Selasa, 18 Februari 2014

Asal usul Lambang Kesatuan Kepolisian Daerah Jawa Barat





 Tahukah Anda Asal usul daripada lambang Kesatuan Kepolisian di Jawa Barat,,,,,,,,,,,??

Menurut informasi yang di terima, sosok harimau hitam yang kini dijadikan lambang kesatuan kepolisian daerah di Jawa Barat ini tidak lain mulanya berasal dari salah seorang tokoh pengabdi setia di Pajajaran.
Saat Prabu Siliwangi berkuasa, sang tokoh mendapat kepercayaan jabatan sebagai pejabat tinggi keamanan, atau setara dengan Panglima Polri pada saat sekarang. Dialah petinggi polisi pertama yang sempat diangkat dilingkungan Kerajaan Pajajaran. Tokoh dimaksud tak lain adalah yang namanya populer dengan sebutan Eyang Langlangbuana. Dia pertama kali ditunjuk sebagai pengabdi polisi di lingkungan kerajaan pada  1515, dan bersamanya sempat pula ditunjuk dua orang ajudannya, yaitu yang bernama Eyang Jagariksa dan Eyang Jagapirusa.
Disebutkan, ketiga tokoh inilah yang bertanggungjawab terhadap keamanan di lingkungan dalam kerajaan. Mereka juga memiliki pos pusat di Pakuan, juga sejumlah pos-pos jaga di kawasan Sukadana, Cibitu dan Cianjur.
Eyang Langlangbuana, atau yang dikenal pula sebagai Eyang Jagaraksa atau Jagasatru, menurut sejarah, sebenarnya bukanlah orang Pajajaran asli. Dia adalah pengembara yang berasal dari Kerajaan Bugis, Makasar. Kemudian dia menikah dengan wanita di Pajajaran.
Sebelum singgah di Pajajaran, Eyang Langlangbuana sempat pula mengembara ke belahan bumi lain. Seperti ke Tanah Arab yang lamanya 77 tahun, dan terakhir ke Tanah Jawa, atau dalam hal ini adalah Pajajaran.
Seperti diceritakan, Prabu Siliwangi dan segenap pengikut setianya akhirnya sepakat memilih jalan gaib untuk mati secara moksa. Sementara. saat mendapati tekanan berat dari pihak musuh, Eyang Langlangbuana memilih jalan akhirnya sendiri, yaitu meninggal secara wajar.
Menurut sebuah sumber, makam Eyang Langlangbuana berada di kawasan Cibule, di kaki Gunung Pangrango, Cianjur.
Sudah barang tentu, Eyang Langlangbuana termasuk leluhur yang memiliki jasa besar bagi Pajajaran. Makamnya kini sangat dikeramatkan. “Namun, untuk dapat mencapainya, boleh dikata tidaklah gampang. Sebab, disamping lokasinya yang berada di kedalaman hutan yang rimbun, juga untuk tiba di sana kita pun harus siap berjalan jongkok dan merayap, dikarenakan makam itu terkurung oleh pohon-pohon yang besar,” tegas sumber Misteri yang enggan disebutkan namanya.
Sementara, berkaitan dengan cerita keleluhuran Eyang Langlangbuana yang nama besarnya kini diabadikan sebagai simbol kesatuan kepolisian Jawa Barat, terungkap sebuah informasi kalau ternyata senjata pusakanya adalah sebilah golok yang panjangnya sekitar satu meter. Pusaka ini sekarang berada di tangan seorang kolektor di Bandung.
Karena bahannya yang bukan sembarangan, pusaka Eyang Langlangbuana tersebut diyakini menyimpan tuah tertentu. Menurut sang pemilik, banyak kalangan yang berhasrat untuk dapat memilikinya.
“Golok ini berkhodam seekor harimau gaib berbulu hitam, jelmaan dari Eyang Langlangbuana. Golok ini merupakan perangkat beladiri yang sangat ringan untuk dimainkan. Sehingga, banyaknya pihak yang berminat,” kata sang pemilik yang juga enggan disebut identitasnya.
Menurut pengakuannya, golok yang bergagang berupa ukiran kepala harimau hitam itu adalah benar-benar asli. Benda tersebut merupakan warisan dari para leluhurnya yang sempat mendalami dan menyusuri sejarah Pajajaran.